Yaa, jatuhku kurasa belum seberapa :)

Gila, hampir pingsan waktu di sms temen deketku soal nilaiku. Karena 7 dari 8 nilai yang aku ambil adalah hasil sempurna menurutku. Tapi lebih hampir pingsan lagi waktu tau 1 nilai yang gak jelas endingnya.

Untung ada dia, sahabatku yang menenangkan emosiku tadi. Untung dia ada (lagi) saat aku jatuh (lagi) bukan kali yang pertama, tapi dia masih ada disana. He's my best friend :)

Dia peduli tentang tujuan awal kami, dia peduli tentang waktu kuliah yang kami tempuh, dia peduli tentang kapan harus melangkah untuk skripsi, kapan harus wisuda, kapan bergelar SE. Dia bahkan sudah menghitung kemungkinan terburukku, harus menambah sekian semester ke depannya. Trimakasih, karena masih ada orang sepertimu :) Disaat yang lain sibuk dengan urusannya sendiri, tapi dia masih sempat membantuku merancang masa depan yang nyaris berantakan.

Harapanku, semoga kesuksesanku tak akan terhalangi hanya karena ini. Aku tau dan sadar betul ini resiko dari apa yang sudah aku lakukan tempo hari. Ini jalanku, mau tak mau harus aku jalani.

Hanya saja, aku belum tau bagaimana bicara pada kedua orang tuaku tentang ini semua :(

0 komentar:

Posting Komentar

About this blog

Mengenai Saya

Foto saya
Cerewet, bawel, cuek, punya suara yang berisikin tetangga, kerja keras (Insya Allah), punya mimpi mimpi besar :) amiin

Pengikut